BIOPLASTIK
Akhir-akhir ini, topic yang sering muncul dan dibahas oleh para mahasiswa ataupun kelompok pelajar salah satunya adalah tentang bioplastik. Bioplastik yang sering diartikan adalah suatu jenis plastik yang terbuat dari bahan polimer alam, seperti amilum atau yang sering dikenal dengan tepung. Akhir-akhir ini para ilmuan dan penelitipun sedang gencar gencarnya mengembangkan bioplastik ini dalam skala yang lebih besar, seperti peggunaan bioplastik untuk membuat peralatan makan yang aman dari bahan pengawet yang berbahaya seperti melamin dan pemanfaatan bioplastik untuk membuat bahan bahan onderdil mobil dan motor.
Berkaitan dengan itu, maka mari kita lanjutkan dengan pembahasan tentang fungsi utama mengapa harus menggunakan bioplastik dan meninggalkan penggunaan plastik konvensional? Nampaknya, hukum tentang sebab akibat masih sangat berperan dalam hal ini dan manusia tetap saja kembali pada kodratnya semula. Mencari kesejahteraan hidup di manapun dan kapanpun. Sehingga tindakan utama yang dipilih manusia seharusnya adalah dengan memilih aksi yang baik agar mencegah hal hal yang mengganggu kesejahteraan mereka. Pilihan kita menggunakan bioplastik seharusnya lebih tepat dari pada menggunakan plastik konvensional. Telah terbukti bahwa plastik konvensional yang sering digunakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia ternyata membawa dampak dan kerugian yang tidak kecil karena sifatnya yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme tanah dan lingkungan walaupun sampai ribuan tahun, seperti Banjir, pencemaran lingkungan , pembunuhan biota laut, pendangkalan lautan, dan lain-lain. Untuk megatasi hal itu tentunya kita harus beralih menggunakan plastik yang dapat diterima dan diuraikan oleh lingkungan, terbuat dari bahan-bahan alam yang dapat diperbarui.
Penelitian tentang pembuatan bioplastik sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Bahkan sejak guru-guru kita dulu masih menjadi mahasiswa ternyata pembuatan bioplastik sudah dilakukan.
Sifat manusia untuk menciptakan hal hal yang sempurna demi mendukung kesejahteraan hidup ternyata telah mendorong saya untuk melakukan penelitian tentang ini. Hal hal yang masih perlu diteliti dalam penelitian tentang bioplastik berdasarkan hasil penelitian kami adalah:
a) Penambahan komposisi tertentu ketika pembuatan bioplastik.
Nampaknya, diperlukan bahan-bahan tambahan untuk meningkatkan kualitas bioplastik yang dihasilkan, sehingga masih diperlukan penelitian tentang komposisi yang bias ditambahkan. Selain karena sifat dari karbohidrat atau tepung itu hirofilik (tidak takut dengan air) atau menyerap air sehingga bioplastik yang dihasilkan itu menjadi lembek dan mudah putus jika terkena air juga karena sangat disayangkan jika karbohidrat sebagai bahan pangan utama kita hanay digunakan sebagai pembungkus atau plastik.
Penambahan komposisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekuatan bioplastik sehingga dapatmenyaingi kekuatan plastik konvensional. Hal terpenting dari penelitian tentang bioplastik sebenarnya tidak berhenti sampai di sini, selain telah didapatkan bahan polimer alam yang dapat digunakan menjadi bahan plastik yaitu tepung namun bioplastik yang dihasilkanpun harus bisa menyamai atau bahkan melebihi kekuatan plastik konvensional. Sehingga masyarakat dapat beralih dari menggunakan plastik konvensional ke bioplastik.
Salah satu komposisi yang biasa ditambahkan dalam pembuatan bioplastik adalah selulosa. Selain itu, banyak juga perusahan perusahaan luar negeri yang mulai mencampurkan bahan dasar plastik dari petroleum dengan bahan dasar alami, dengan mencampurkan kedua bahan alam tersebut, maka diharapkan polimer yang terbentuk dari bahan dasar petroleum itu dapat ikut terurai karena berikatan dengan polimer alami yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme.
b) Membuat bioplastik dalam skala yang besar.
Salah satu kelemahan Indonesia adalah hanya melakukan penelitian dan penelitian. Setelah penelitian dilakukan dan dihasilkan suatu penyempurnaan penemuan, maka hasil yang didapat hanya sampai situ saja. Tidak ada dukungan dari pemerintah untuk mengembangkan penemuan tersebut melalui perusahaan atau sejenisnya. Tidak sedikit terobosan baru yang berhasil dilakukan oleh para pelajar Indonesia namun itu nampaknya tidak terlalu membawa dampak kepada lingkungan dan masyarakat Indonesia sendiri.
Untuk itu, sangat perlu penelitian pembuatan bioplastik yang mempunyai daya saing pasar yang menyamai atau melebihi plastik plastik konvensional yang sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat. Merubah kebiasaan konsumsi masyarakat itu justru lebih sulitdari pada membuat produk itu sendiri. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan itu seharusnya mempunyai nilai jual yang menarik konsumen. Pembuatan bioplastik dikenal masyarakat membutuhkan biaya produksi yang mahal sehingga mencegah mereka untuk beralih dari plastik konvensional. Sehingga pertanyaannya sekarang adalah “bagaimana membuat kantong bioplastik seharga seratus rupiah?”, bioplastik yang seharga dengan plastik konvensional yang dari dulu telah dikonsumsi masyarakat Indonesia bahkan dunia.
c) Mencari perbandingan komposisi bahan yang tepat.
Agar bisa bersaing dengan plastik konvensional maka bioplastik yang diproduksi harus mempunyai kualitas ketahanan dan kekuatan yang baik, terutama ini sangat berhubungan dengan daya saing pasar.oleh karena itu, untuk mendapatkan kualitas bioplastik yang baik, para ilmuan lebih banyak mencampurkan polimer alam dengan polimer dari bahan bakar fosil. Di samping lebih kuat, bioplastik yang dihasilkan juga tidak mudah menyerap air. Selain pengaruh dua hal tersebut agar didapatkan hasil produksi yang optimal dan efisien, maka perlu dicari perbandingan komposisi bahan yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar