Download Tausiyah Jama'ah Haji 16 Mp3

Berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Memperjuangkan Syari'ah Islamiyah untuk kejayaan umat

Rabu, 12 September 2012

Photo Dewan Da'wah Indonesia Di Timor - Timur

Photo Da'i - Da'i Yang Pernah Ada Di Bumi Timor Lorosa'e

Ust. Ahmad Muhtadi
Dari : ...
Tlp :...
Ust. Ahmad Zaeni
Dari : ...
Tlp :...

Ust. Fauzi Ridlwan
Dari : ...
Tlp :...
Ust. H. Hadi
Dari : ...
Tlp :...

Ust. H. Nardi
Dari : ...
Tlp :...
Ust. H. Roefi'an
Dari : ...
Tlp :...


Ust. H. Syafi'in
Dari : ...
Tlp :...
Ust. H. Junaedi
Dari : ...
Tlp :...

Ust.Mursalin
Dari : ...
Tlp :...
Ust.Yazid soleh
Dari : ...
Tlp :...

KH. Musthofa Muntasam
Dari : Lamongan
Tlp :08121604971
Ust.Aonur rofiq
Dari : ...
Tlp :...
KH. Kholik
Dari : Lamongan
Tlp :...
Ust.Sumitro M
Dari : ...
Tlp :...

Minggu, 02 September 2012

Sinar islam di bumi Timor Timur bag. 02


Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan

Sayang engkau tak duduk disampingku kawan

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan

Ditanah kering bebatuan

Oh…..oh…..oh

Begitulah kira-kira perjalanan sang Jawara da’wah yang satu ini dari Dili menuju kota Baucau diterik matahari yang panas membakar kulit. Debu-debu tebal yang mengotori topi dan Jakect yang dikenakan turut mewarnai jenggot tebal sang Jawara semakin menambah kesempurnaan ritme perjalanan da’wah yang membentang keras dihadapannya. “ Allah mudahkanlah urusan kami, dan janganlah Engkau sulitkan perjalanan kami“.

Kota Baucau terletak 120 Km sebelah timur kota Dili yang menjadi pusat pemerintahan Propinsi Timor Timur saat itu. Bus Damri yang ditumpangi Jawara da’wah kita ini terseok-seok menyusuri jalan bebatuan dan tebing-tebing maut yang curam mendebarkan hati. “ kalau bukan karena panggilan Allah, rasanya enggan untuk melaluinya “. Demikian bisikan Sang Jawara sambil komat-kamit memanjatkan do’a untuk keselamatan perjalanan dan kesetiaan kekasih yang ditinggalkanya ditanah seberang.

Masjid Al ‘adhim adalah tempat yang dituju. Demikian informasi yang pernah didengar dari beberapa informan. Gereja islam, demikian orang Timor Timur saat itu menyebut nama Masjid- terletak di desa Tiulale kota Baucau bagian bawah, searah jalan menuju pelabuhan laut kota Baucau. Masjid ini berada dibawah teritorial Batalyon 745 yang jaraknya kurang lebih dua km dari pusat pemerintahan Kabupaten Baucau.

Ketika Bus Damri yang ditumpanginya berhenti dipinggir jalan bebatuan desa Tiulale, sang Jawara kemudian turun atas perintah sopir karena tempat yang tuju telah sampai. Saat melihat Gereja Islam ( Masjid ) yang dimaksud, ia tertegun dengan pandangan kosong nyaris tidak bernafas, diam membisu dengan seribu kata yang tidak terucap. Ya…. Masjid ini adalah sebuah bangunan darurat berukuran 7 x 12 dengan setengah dinding tembok beratapkan ijuk dan daun kelapa. Tapi apa lacur, kaki telah melangkah, niat telah dibulatkan dan handai tolan telah ditinggalkan dibumi kelahiran nun jauh disana.

بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة إلا بالله " "

“ dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepadaNya yang tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali Allah swt “.

Dari tempat yang sederhana ini gema takbir mulai merambah kecelah-celah batu karang kota Baucau sampai kepelosok pedesaan sekitarnya. Desa Buruma, Kaibada, Tirilolo dan bahkan sampai ke komplek Lanud Baucau bermunculan pemeluk Islam dan musholla-musholla menyambut bangkitnya hidayah Allah bagi penduduk sekitar.

ö@è% žcÎ) yèd «!$# uqèd 3yçlù;$# 3

. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". ( Qs. Al baqoroh 120 )

Perkembangan Islam yang pesat seiring banyaknya orang yang mengadu nasib di bumi Loro sae menjadikan kota Baucau turut berbenah diri dan mengembangkan wilayahnya kearah selatan desa Tirilolo menuju kota Kabupaten Viqueque. Infra struktur kota kabupaten dengan berbagai fasilitasnya dibangun di lokasi ini. Masjid Al ‘Adzim yang dirasa sudah tidak memenuhi syarat juga turut dibenahi dengan membangun Masjid baru yang megah dikomplek Kodim dan Polres Baucau yang kemudian berubah namanya menjadi Masjid Al Amal.

Jawara kita dengan semangat yang tinggi dan dibantu oleh rekanan Da’wah dari berbagai elemen masyarakat dan birokrasi berhasil mendirikan Panti asuhan dan Madrasah ibtidaiyah Al Amal yang tentu saja didukung sepenuhnya oleh Yayasan An nur yang ada di kota Dili sebagai pangkalan dan markas da’I Timor Timur..

Ya, dia sosok yang energik, parlente dan tentu saja familiar, kaya dengan pengalaman dan ketrampilan terutama home industry. ABD. CHOLIQ, AM. berasal dari Desa Balandono Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Jawa Timur yang kemudian berhasil menggaet gadis cantik yang jago masak dari kota Lamongan SUNTIANI.





Saat Timor Timur lepas dari Indonesia paska jajak pendapat yang dimenangkan oleh pro Kemerdekaan, ia sempat ditugaskan di Mataram, Sumatera dan kemudian di daerah asalnya sendiri Lamongan. Kini telah dikaruniai empat orang anak bermukim di Lamongan dengan berbagai kesibukan termasuk berpartai, ya… tentu saja Partai Bulan Bintang ( PBB ) yang mengusung tegaknya syari’at islam. Ini kontak personnya 081 357 181 879 atau 085 330 439 895 semoga bermanfaat.

Selasa, 14 Agustus 2012

Ayat-ayat Hijrah

 
Hijrah Nabi Muhammad saw. beserta kaum mu’minin waktu itu. Setelah 13 tahun berdakwah di Mekah penuh dengan tekanan dan siksaan, perintah Hijrah dari Allah swt. menjadi titik balik bagi islam dan kaum muslimin. Hijrah mereka ke Madinah menjadi kunci perkembangan pesat islam dan kemenangan.

Tadabbur Ayat-ayat Hijrah

Berikut ini adalah ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang bertema hijrah ataupun turun berkaitan dengan peristiwa tersebut. Semoga kita bisa mengambil manfaat, hikmah dan pelajaran dari mereka.
dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) . Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. [Al Anfaal (8): 63]
Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah. Setelah mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. [Al Israa' (17): 76]
Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa' (4): 97]
Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [An Nisaa' (4): 100]

Berhijrah menuju Cahaya Allah

(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Ibrahim (14): 1]
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [Al Baqarah (2): 257]
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [Al Ahzab (33): 43]
(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. [Ath Thalaq (65): 11]

Orang-orang yang Paling Ajaib Imannya


Pada tulisan sebelumnya telah diceritakan tentang rang yang dirindui oleh Rasulullah saw Berikut ini adalah kisah yang terkait dengan keistimewaan ‘ikhwan’ atau saudara-saudara Nabi Muhammad saw. yang dirindukan itu. Keistimewaan itu terkait dengan keimanan.
“Siapakah yang paling ajaib imannya?” tanya Rasulullah. “Malaikat,” jawab sahabat.
“Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka senantiasa dekat dengan Allah?” jelas Rasulullah.
Para sahabat terdiam sejenak. Kemudian mereka berkata lagi, “Para nabi.”
“Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka?”
“Mungkin kami,” ujar seorang sahabat.
“Bagaimana kalian tidak beriman sedangkan aku berada ditengah-tengah kalian,” tukas Rasulullah menyanggah hujah jawaban sahabatnya itu.
“Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui,” jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
“Kalian ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku,” jelas Rasulullah.
“Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka,” ucap Rasulullah lagi.
Demikianlah karakter orang yang oleh Nabi disebut memiliki keimanan yang ajaib. Keimanan yang tidak didukung oleh keyakinan melalui pertemuan dan pandangan. Seolah Nabi ingin menyatakan, kok bisa ada orang-orang yang mempercayai sesuatu padahal ia tidak melihat dan tidak pernah menyaksikan sesuatu tersebut dengan mata kepala mereka sendiri.
Itulah keistimewaan orang-orang yang beriman di akhir jaman, yang lebih ajaib daripada keimanan para sahabat, para nabi, dan malaikat sekalipun.
Dari Ibnu Muhairiz ia berkata; Aku bertanya kepada Abu Jumu’ah, ia adalah seorang sahabat: “Ceritakan sebuah hadits kepadaku yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ia mengatakan, “Baik, aku akan menceritakan kepadamu sebuah hadits yang bagus. Kami pernah makan siang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami bersama Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Ketika itu Abu Ubaidah berkata: ‘Wahai Rasulullah, adakah orang yang lebih baik dari kami yang telah masuk Islam dan berjihad bersama engkau?’ Beliau bersabda: ‘Iya [ada], yaitu orang-orang yang hidup setelah kalian. Mereka beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah melihatku.’” [Hadits dalam Sunan Ad Darimi: 2626]
Semoga kita bisa termasuk orang-orang yang paling ajaib imannya.

Orang yang Paling Berani adalah Abu Bakar

 
Ali bin Abi Thalib pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah orang yang paling berani?”, jawab mereka, “Engkau wahai Amirul Mukminin.”. Kemudian Ali berkata lagi, “TIDAK! Orang yang paling berani adalah Abu Bakar Ash – Shiddiq.”
Ali melanjutkan ceritanya:
Demi Allah, aku pernah melihat Nabi Muhammad dikeliingi sekumpulan kaum kafir Quraisy yang sedang menarik dan memukul baginda. Sementara itu kami mengintip dari jauh. Kemudian datanglah Abu Bakar mengusir orang-orang kafir tadi dan menghalangi mereka menyakiti Rasulullah. “Apakah engkau hendak membunuh orang yang mengatakan Rabbku adalah Allah!?“, teriak Abu Bakar. Mendengarkan hal itu, mereka meninggalkan Rasulullah dan Abu Bakar
Kemudian Uqbah bin Abu Mu’ith datang. Abu Bakar langsung dibantingnya ke tanah. Uqbah lantas membuka sandal dan memukul wajah Abu Bakar dengan sandal terus menerus sehinggakan wajah Abu Bakar jadi bengkak sampai tak diketahui lagi bentuk hidungnya. Mengalir darah dari wajah Abu Bakar, lalu ia pun pingsan!
Sejurus kemudian, datanglah kabilah Abu Bakar, Bani Tamim. Mereka membawanya ke rumah, dan menyangka Abu Bakar tidak akan mampu diselamatkan lagi. Mereka berkata kepada ibunya, “Jika dia hidup, maka berilah dia makan dan minum.” Setelah sadar, kalimat pertama yg keluar dari lisan Abu Bakar adalah, “Apa yg terjadi pada Rasulullah?” Ibunya yang waktu itu belum masuk islam menjawab, “Apakah kamu masih mengingatnya sedangkan keadaan kamu sudah begini?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum apapun hingga jiwaku merasa tenang dengan keadaan Rasulullah sekarang.” Abu Bakar meminta, “Pergilah ke tempat Ummu Jamil (Fatimah bunti Al- Khattab) dan buatlah diriku tenang dengan menanyakan khabar Rasulullah kepadanya.”
Si ibu pun pergi menemui Fatimah binti Al- Khattab. Waktu itu Fatimah binti Al- Khattab masih menyembunyikan keislamannya, puteri Al- Khattab kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak tahu tentang puteramu dan Muhammad, tetapi kalau engkau inginkan anakmu tenang, aku akan pergi bersamamu.”
Mereka berdua datang menemui Abu Bakar. “Apa yg terjadi atas Rasulullah?” tanya Abu Bakar. Fatimah menjawab, “Aku tidak mengetahui keadaan Rasulullah.” Abu Bakar lalu berkata lagi, “Jangan kuatir, ia adalah ibuku.” Fatimah lalu menjawab, “Dia baik-baik saja.” Abu Bakar berkata lagi, “Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum sehingga aku melihat baginda sendiri!”
Kemudian mereka bertiga pergi menemui Rasulullah di rumah Al-Arqam bin Abi Arqam. Melihat keadaan Abu Bakar, Baginda merasa sangat hiba. Baginda memeluknya. “Demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak apa-apa, hanya wajahku saja yang luka,” kata Abu Bakar selepas melihat Nabi Muhammad merasa kasihan dan simpati padanya.
Melihat luka tersebut, Nabi pun merasa kasihan dan berdoa untuknya. Abu Bakar kemudian berkata ” Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar dia memberikan petunjuk kepada ibuku!” Dengan keberkatan doa Baginda, ibu Abu Bakar lantas mengucapkan kalimah syahadah, “Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.”
Demikianlah sepotong kisah indah akan keberanian Abu Bakar yang didasari cinta yang tulus dan teramat dalam kepada Nabi Muhammad saw. Semoga kita bisa meneladani beliau dan sahabat nabi lainnya serta memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad karena kecintaan kita kepadanya.