Download Tausiyah Jama'ah Haji 16 Mp3

Berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Memperjuangkan Syari'ah Islamiyah untuk kejayaan umat

Rabu, 18 Januari 2012

Sirah Nabawiyah 3

III. Masa Hijrah sampai kembali keharibaan ilahi.

Gangguan Musyrikin Quraisy teramat pilu, hususnya bagi dhua’fa yang tidak mempunyai pembela. Sementara da’wah Rasul Saw. Terus bergulir merambah para Kabilah yang datang disetiap musim haji. Berita-berita kenabian Muhammad Saw. tersiar menjadi buah-bibir para peziarah Baitullah al haram.

Rombongan dari Yatsrib ( Madinah ) menerima kenabian setelah sekian lama mereka mendengar berita itu dari para Yahudi Madinah. Maka tercapailah Bai’ah Aqobah pertama antara Rasululllah Saw. dengan rombongan dari Yatsrib sebanyak 12 orang. Peristiwa ini merupakan awwal dari strategi da’wah yang terjadi pada tahun 12 dari kenabian untuk segera ditindak lanjuti dimusim haji tahun depan.

Musin haji tahun 13 kenabian adalah musim yang ditunggu-tunggu oleh rombongan dari Yatsrib saat mana datang dengan membawa anggauta dalam jumlah besar untuk keperluan yang lebih besar dibawah pimpinan Al Barra’ bin Ma’rur. Kaab bin Malik menceritakan : “ Kami keluar dengan rombongan besar. Maka ketika Kami usai melaksanakan haji, Kami tidur agak sore ditenda-tenda Kami . Lalu ketika malam tinggal sepertiga, Kami keluar dengan 73 laki-laki dan dua orang wanita untuk menemui Rasulullah Saw. di Aqobah “. ( Ibnu Hisyam 2/94 – 97 ).

Maka ketika Kami sudah berkumpul, Rasulullah Saw. mulai berbicara: “ Saya bai’at kepada kalian agar kalian membela Saya sebagaimana kalian membela Istri-istri kalian dan anak-anak kalian “. Kemudian Al Barra’ bin Ma’rur menggapai tangan Rasulullah Saw. sambil menjawab: “ Demi Allah yang mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, kami akan membela Anda sebagaimana kami membela keluarga kami, maka kami bai’at yaa Rasulallah. ( Ibnu Hisyam 2/96 )

Ketika bai’at selesai dilaksanakan, Rasulullah Saw. berkata : “ Pilihlah dari kalian dua belas orang agar menjadi penghulu bagi kaumnya “. Maka keluarlah sembilan orang dari suku Khozraj dan tiga orang dari suku Aus. Buchori dan Muslim meriwayatkan bahwa point-point baiat itu adalah sebagai berikut :

Jabir berkata : “ Kami bai’at untuk apa ya Rasulallah ? “. Beliau berkata :

1. Untuk dengan dan taat disaat longgar dan sempit.

2. Untuk berinfaq disaat susah dan senang.

3. Untuk beramar ma’ruf dan nahi mungkar.

4. Untuk menegakkan Agama Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela.

5. Untuk menolongku jika Aku datang kepadamu. Membelaku sebagaimana kalian membela keluarga kalian dan kalian akan mendapat surga.

( Ahmad/ Fathur rabbani 20/270, Ibnu katsir Bidayah wan Nihayah 3/175, Ibnu hajr/fath 15/75 )

Rombongan haji dari Madinah telah kembali, kerinduannya terhadap Rasulullah Saw. kian menggelembung. Maka turunlah perintah hijrah ke Madinah yang disambut gembira oleh Muslimin. Mereka meninggalkan Makah, rumah dan hartanya dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Ada yang dengan terang-terangan, adapula yang dengan sembunyi-sembunyi semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bersemangat untuk segera mendapat kebebasan dari belengu Quraisy dengan keangkuhannya.

Gelombang hijrah Muslimin Makah ( Muhajirin ) disambut suka-cita oleh Muslmin Madinah ( Ansor ), kecuali bahwa kegembiraan itu menjadi kurang sempurna oleh ketidak hadiran Rsulullah Saw. diantara mereka. Karena Rasulullah Saw., Abu bakar dan keluarganya serta Ali bin Abi Tholib masih tertinggal di Makah. Maka ketika perintah hijrah untuk Rasulullah Saw. telah tiba, Rasulullah pergi ke rumah Abu Bakar disiang hari yang ketika itu sangat panas. Maka tahulah Abu Bakar bahwa ada peristiwa yang sangat penting dengan kehadiran Rasulullah diluar kebiasaanya itu. ( Buchori/fath 15/88/H 3905, tarikh thobari 2/377 – 379 ).

Rasulullah memilih Abu Bakar sebagai pendamping hijrah dan langsung menuju Madinah, melainkan menuju kearah selatan menuju Gua Tsur. Perjalanan ke Gua sangat mencekam hingga sekali waktu Abu Bakar berjalan dibelakang Rasulullah dan sekali waktu kemudian pindah didepannya dengan wajah gugup.

Ketika ditanya oleh Rasulullah tentang sikap aneh dan kegugupannya itu dia menjawab : “ Jika Aku ingat musuh-musuh kita, maka saya mau maju kedepan. Dan jika Saya ingat bahwa kita sedang diintai oleh orang-orang Quraisy, maka Aku pindah kebelakang “. ( Dalaail Baihaqi 2/476, Ibnu hajar fath 15/91 )

Rasulullah masuk Madinah pada hari Senin 2 Rabiul Awwal tahun 14 kenabian atau tahun pertama Hijriyah bersamaan dengan 23 September tahun 622 Masehi. ( Rahiq al mahtum 190 – 191 ) yang disambut suka-cita oleh Muslimin Madinah ( Ansor dan Muhajirin ). Beliau mukim di Quba selama 14 hari dan mendirikan Masjid Quba yang kemudian diziarahinya setiap hari sabtu sepanjang hayat Beliau.

Dari Quba Beliau masuk Madinah setelah Jum’at dan membiarkan tali kekang Untanya terlepas sampai akhirnya duduk dan berhenti dirumahnya Abu Ayyub Anshori. Tindakan pertama kali yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. adalah mendirikan Masjid sebagai pusat kegiatan Umat Islam selain untuk shalat lima waktu. Dan pembangunan ini berlangsung 12 hari yang kemudian Beliau pindah ke Masjid dari rumahnya Abu Ayyub Al Anshori. ( Dalaail Baihaqi 2/509 )

Hal-hal yang dilakukan Rasulullah Saw. setibanya di Madinah sebagai prioritas sebelum membangun masyarakat dan pemerintahan yang islami adalah :

1. Membangun Masjid sebagai pusat kegiatan Umat.

2. Mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshor.

3. Mengadakan perjanjian untuk hidup berdampingan dengan Yahudi Madinah.

Pilar-pilar ketatanegaraan dan hukum-hukum kemasyarakatan disempurnakan semasa periode Madinah selama sepuluh tahun yang ditutup dengan haji wada’ dan kesempurnaan Islam sebagai agama yang diterima dan diridloi olehNya. ( Qs. 5 : 3 )

……. Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…. ( Qs. 5 : 3 )

Hari-hari menjelang kepergian Beliau kehadirat Allah Swt. Beliau mengumpulkan keluarganya meminta agar diijinkan untuk tinggal dirumah Aisyah Ra. Saat itu hari Rabu, lima hari sebelum wafat. Rasulullah Saw. menyempatkan masuk Masjid dan duduk diatas mimbar menyampaikan pesan-pesan.

صحيح البخاري م ت البغا/6 - (ج 1 / ص 446)

لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مسجدا

“ Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai Masjid “.

Pada hari Senin 12 Rabiul Awwal 11 Hijriyah Beliau menghembuskan nafas yang terakhir yang sebelumnya sempat memberikan pesan-pesan dan wasiat :

الصلاة الصلاة وما ملكت أيمانكم " وذكر ذلك مرارا. رواه البخا ري

“ Shalatlah, …shalatlah, dan semua budak-budak yang kamu miliki “. ( Buchori 2/641 )

Beliu meninggal diusia 63 Tahun dan dikuburkannya di Madinah setelah rentang panjang perjuangan menegakkan Agama Allah. Shalawat serta salam buat Engkau ya Rasulullah.

Budi pekerti yang Agung ( Qs. 68 : 4 ) y

Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Memiliki keteladanan yang sempurna bagi semua golongan dan tingkatan. Bagi semua kawan dan lawan dan bagi orang yang menghendaki ridlo Allah.

Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

------888-----

Disampaiakan pada Kajian Sirah Nabawiyah Guru dan karyawan Yayasan Al Falah SurabayaRamadlon 1431 H

Sirah Nabawiyah 2

II. Masa kenabian sampai hijarah.

Melihat kehidupan masyarakat Quraisy yang jahiliyah, Muhammad mulai mengasingkan diri untuk menemukan hakikat kehidupan yang sebenarnya. Gua Hira’ adalah tempat yang dipilih untuk bertahannuts. Maka pada 21 Ramadlan diusianya yang ke 40 Beliau menerima wahyu yang pertama yaitu surat al alaq 1 - 5

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

( Muslim 2/819/ H 1162 )

Peristiwa yang mengejutkan ini menjadikan Muhammad Saw. sok berat sampai Beliau pulang gemetar dan kedinginan minta diselimuti oleh Istrinya. “ Wahai Khodijah, ada apa ini ?. selimuti Saya, Saya hawatir terhadap diri saya sendiri ? “. Maka Khodijah menjawab: “ tidak, demi Allah, Allah tidak akan menyakitimu “. Khodijah lalu berangkat menuju rumah anak pamannya yang ahli kitab, Waroqoh bin Naufel memberitakan tentang perihal Muhammad Saw, Suaminya. ( Buchori fath 26/204/H. 6982, Muslim 1/ 139 – 140/ H 160 )

Masa vacum adalah masa yang paling sulit, masa dimana wahyu sempat terhenti beberapa saat. Baihaqi meriwayatkan, masa ini berlangsung selama enam bulan ( Sunan kubro 9/6 ). Sedangkan Ibnu Abbas meriwayatkan selama 40 hari. ( fath 26/205/ H 6982 )

Masa terhentinya wahyu berahir dengan turunnya wahyu berikutnya. Ketika Aku sedang berjalan, tiba-tiba Saya mendengar suara dari langit. Maka Aku mengangkat mukaku keatas dan tampak olehku Malaikat yang pernah datang kepadaku pertama kali. Gemetar, takut dan kedinginan hingga Saya minta diselimuti lagi. Lalu Allah menurunkan Surat Al Muddatsir ayat 1 – 5.

1. Hai orang yang berkemul (berselimut),

2. Bangunlah, lalu berilah peringatan!

3. Dan Tuhanmu agungkanlah!

4. Dan pakaianmu bersihkanlah,

5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

( Buchori/fath 18/326, Muslim 1/143/H 161, Ahmad 3/306 )

Wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. dengan berbagai cara :

1. Melalui mimpi yang benar

2. Bertemu Malaikat dengan hati dan perasaan

3. Malaikat muncul menyerupai mahluk tertentu

4. Seperti suara lonceng yang sangat keras

5. Melihat Malaikat dengan rupanya yang asli

6. Menemui Allah yang sedang berada di SinggasanaNya ( Arasy ) Seperti ketika Mi’raj.

7. Allah berbicara langsung tanpa melalui perantara

Dengan turunnya wahyu yang kedua dan lalu turun berturut-turut selama 23 tahun, maka Nabi Muhammad Saw. resmi menjadi Rasul yang bertugas menyampaikan Risalah Ilahiyah kepada umat manusia.

Urut-urutan da’wah Rasul sebagaimana dikatakan Ibnu Al Qoyyim al Jauzi afalah sebagai berikut :

1. Da’wah terhadap kenabian

2. Memberikan peringatan kepada keluarganya yang lain

3. Memberikan peringatan kepada kaumnya

4. Memberikan peringatan kepada kaum yang telah diperingatkan sebelumnya, yaitu orang-orang arab

5. Menyampaikan da’wah kepada seluruh umat manusia dan jin ( Zaadul maad 1/86 )

Sedangkan tahapan-tahapan da’wah Rasul Saw. meliputi :

1. Da’wah dengan rahasia selama tiga tahun

2. Da’wah dengan terang-terangan dengan tidak mengadakan pembalasan terhadap kekerasan dan perang, berlangsung sampai hijrah ke Madinah

3. Da’wah dengan terang-terangan dengan membalas dan membela diri dari serangan musuh yang mendahului menyerang sampai perjanjian Hudaibiyah.

4. Da’wah dengan terang-terangan dengan memerangi orang yang menghalangi da’wah.

Kerasulan Muhammad Saw. dan da’wah yang harus diserukan tidak berjalan dengan mulus. Gangguan dan hambatan dari Musyrikin Quraisy tak tertahankan dengan jumlah Muslimin yang masih sedikit. Lebih-lebih sepeninggal Khodijah Istri Rasul dan Abu Tholib, pamannya.

Gangguan-gangguan Musyrikin Quraisy terhadap umat Islam melalui berbagai cara dan methode sbb:

1. Pendekatan dan merangkul Pamannya, Abu Tholib agar mengingatkan Keponakannya, Rasul Saw. supaya berhenti berda’wah, atau berhenti memberikan perlindungan kepadanya.

2. Tekanan kepada Rasul Saw. dan Pamannya, Abu Tholib sekaligus. Sampai Rasullullah Saw. mengira bahwa Pamannya telah tidak mau lagi melindunginya. Maka Beliau berkata dengan linangan air mata : “ Wahai paman, Demi Allah kalau engkau letakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku supaya Aku berhenti dari da’wah ini. Maka demi Allah, Aku tidak akan berhenti sampai Allah memberikan kemenangan atau Aku hancur karenanya”.

3. Tuduhan-tuduhan bathil yang disebarkan kepada penjuru negeri bahwa Muhammad itu gila, tukang sihir, pendusta, taqlid terhadap kebiasaan kuno, al Qur-an bukan dari Allah dan orang-orang mukmin dianggap sebagai orang sesat. ( Qs. 83 : 32 )

Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",

4. Hinaan dan cacian serta pelecehan terhadap Rasulullah Saw. dan orang-oranh yang beriman. ( Qs. 83 : 29 – 31 )

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

5. Blokade terhadap Al qur-an agar tidak didengar dan diperdengarkan kepada mereka dan tamu-tamu yang datang dari luar. ( Qs. 41 : 26 )

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran Ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka".

6. Meminta Rasulullah Saw. agar menunjukkan mu’jizat dan hal-hal diluar kemampuan manusia. ( Qs. 25 : 7 )

Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,

Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami, Atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,Atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca". Katakanlah: "Maha Suci Tuhanku, bukankah Aku Ini Hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"

7. Mengajak toleransi dan kerja sama Agama. “ Kami meninggalkan sebagian agama kami dan kamu meninggalkan sebagian agamamu. Atau sehari kami mengikuti agamu dan sehari berikutnya kamu mengikuti agama kami “. ( Ibnu Hisyam 1/330 )

Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). ( Qs 86 : 9 )

Lalu turunlah surat Al Kafirun yang menegaskan sikap Rasulullah Saw.

8. Menawarkan kesenangan dunia kepada Rasulullah Saw. ( Targhib ) dengan mengutus Uthbah bin Rabi’ah untuk menawarkan harta, kedudukan dan wanita sampai akhirnya Rasulullah membacakan Al Qur-an.

Jika mereka berpaling Maka Katakanlah: "Aku Telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Aad dan Tsamud".

9. Mengancam orang-orang yang mengikuti Muhammad Saw. dan siksaan bagi yang lemah dan miskin ( Ibnu Hisyam 1/395 )

10. Siksaan phisik kepada orang yang masuk islam, seperti Bilal bin Rabah, Amar bin yasr, Hubaib bin Arot

11. Embargo ekonomi menyeluruh kepada keluarga Rasulullah dan pengikut-pengikutnya.